Foto: @ ilhamharis

Gunung Bancak, Misteri dan Asal Usul Makam Eyang Maduretno

Diposting pada

Gunung bancak merupakan salah satu gunung yang ada di Magetan yang bisa kamu jadikan alternatif camping atau sekedar latihan hiking untuk pemula di daerah Magetan. Ketinggian gunung bancak -+ 625 Mdpl jadi cocok banget buat kamu yang ingin latihan mendaki gunung.

Baca Juga: Informasi Lengkap Pendakian Gunung Lawu

Kabupaten Magetan memang identik dengan pengunungan serta wisata Telaga Sarangan yang sudah tersohor di kawasan Jawa Timur, ada banyak gunung di Magetan antara lain gunung lawu, gunung blego, gunung bungkuk, gunung kukusan, gunung kendil , Gunung Argo tengah, Argo Cupu, Gunung Sidoramping dan gunung bancak sendiri. Bagi kamu yang hoby mendaki tidak salah mencoba satu-satu gunung di magetan yang telah kita sebutkan dari ketinggian minimal sampai yang sangat tinggi versi Indonesia.

Foto: @magetan_id

Berbicara perihal gunung bancak erat kaitannya dengan duwet di masa tertentu, anak-anak dan pemuda banyak sekali di musim duwet ke gunng bancak untuk memetiknya bahkan ada yang dari desa lain bela-bela in mendaki gunung bancak demi makan duwet bancak yang memang sangat banyak pohonya kala itu, dibalik moment tersebut yang masih sangat familiar di kalangan masyarakat dan sekarang hanya tinggal kenangan saja karena pohon duwet juga sudah sangat jarang berganti dengan pohon jati yang terjejer rapi di lereng gunung bancak. Namun ada hal lain yang juga tidak kalah tenarnya yaitu misteri gunung bancak yang kental dengan  Anoman dimana pada Zaman dahulu sikat cerita si Anoman marah dan tidak ada yang bisa meredam kemarahanya akhrinya si Anoman melapiaskan kemarahan dengan mancal(menendang) Puncak Gunung Lawu yang melesat ke timur dan akhirnya terebentuklah Gunung Bancak ini.

Tidak sampai dengan cerita mistis perihal si Anoman marah akan tetapi Gunung Bancak juga menyimpan cerita mistis lainnya yang erat kaitanya dengan pesugihan, dimana Gunung Bancak ini mempunyai sebutan ”Gunung Emas” oleh sebagian masyarakat di timur Gunung Blego karena jika dilihat dari sisi timur Gunung Bancak terlihat bersinar.

Maka dari itu dengan sebutan Gunung Emas ada beberapa golongan tertentu percaya bahwasanya gunung bancak ini gunung yang memiliki pesugihan dimana pada hari-hari tertentu entah dari mana asalnya orang datang ke Puncak Gunung Bancak ( Sepecret) lokasi ritual pesugihan Gunung Bancak. Dalam ritual tersebut para pencari pesugihan membawa sesaji dan hewan yang akan di jadikan Korban.

Cerita perihal Bukit Sepecret ini ada kaitan dengan Gunung Lawu bahwasannya di bukit ini adalah jalur menuju suatu kerajaan di Gunung Lawu, bagi para pencari pesugihan ada perjanjian yang berbeda mitos yang ada bagi para pencari pesuhihan di wilayah Sepecret jika perjanjian usai maka akan menjadi budak atau tembok, meja dll di sepanjang jalan menuju kerajaan Gunung Lawu (Sepecret -Gunung Lawu).

Memang Gunung Indonesia penuh dengan cerita mistis, oleh karena itu kita sebagai orang yang beriman harus tetap teguh agar Iman kita tak tergoyahkan oleh hal-hal yang tidak masuk akal akan tetapi kearifan lokal juga kadang memang benar adanya.

Selain cerita diatas gunung bancak juga terdapat makam maduretno yang gagah berdiri di lereng gunung bancak

Foto: @dhayon.09

Makam Eyang Maduretno atau lebih lengkapnya G.B.R.Ay.Maduretno atau sarean Ratu di kawasan makam ini sebenarnya da dua makam namun lebih terkenal Eyang maduretno, dua makam tersebut adalah makam G.B.R.Ay. Maduretno dan K.P.A.H. Ronggo Prawirodirdjo III. Untuk makam utama berlokasi di bangunan rumah disusul di sampinya makam Ronggo Prawirodirjo. Bila kamu masuk makam ada arca yang berdiri gagah yaitu arca dwarapala, Fungsi arca Dwarapala adalah menjaga gerbang masuk suatu tempat suci atau tempat penting. Dwarapala digambarkan dalam posisi jongkok bersiaga. Salah satu tangannya memegang senjata gada. Gada dianggap sebagai salah satu atribut atau simbol penghancur kegelapan yang mengancam.

Asal usul atau sanat dari K.P.A.H. Ronggo Prawirodirdjo III adalah Adipati Maospati Madiun ke III, sedangkan G.B.R.Ay. Maduretno adalah Putri Hamengku Buwono II dan merupakan permaisuri K.P.A.H. Ronggo Prawirodirdjo III. K.P.A.H. Ronggo Prawirodirdjo III dihukum mati sebagai pemberontak melawan penjajahan Belanda dan dimakamkan di makam pemberontak Banyu Sumurup tahun 1810. Pada tahun 1957, K.P.A.H. Ronggo Prawirodirdjo III dinyatakan sebagai pejuang perintis perlawanan terhadap kolonialis Belanda oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan dimakamkan kembali di Gunung Bancak Desa Giripurno yang merupakan makam G.B.R.Ay. Maduretno.

Banyak sekali sejarah yang disandang gunung bancak ia masih belum di ketahui kalayak umum, bagi warga Magetan khususnya harus menjaga kelestarian gunung bancak terutama kawasan makam. Untuk kamu yang ingin mendaki bancak atau sekedar pengen tahu sejarah langsung keberadaan makam Maduretno bisa ke bancak langsung. Akses untuk menuju gunung bancak dari alun alun magetan cukup mudah karena gunung ini juga dekat dengan jalan raya lokasi di tiga desa bisa ambil dari Kawedanan, Parang dan Lembeyan namun kita kasih informasi yang dari Parang saja karena akomodasi paling gampang dan juga sundul yang terkenal adem loh jinawi banyak airnya. Terminal Magetan – Pasar Sayur – RS. Sayidiman – GOR Mageti – Pertigaan Carat – Ngariboyo – Krajan (SMP 2 Parang) lurus dikit ada pertigaan ambil kiri kalo lurus jalan utama menuju parang kemudian ikutin saja jalanya itu menuju desa Sundul sudah sangat jelas gunung bancak. Untuk pendakian dan wisata sejarah makam sampai saat ini masih belum ada retribusi namun ada yang bersihin makam bisa numpang parkir kalo kamu bawa kendaraan disini.