Pendakian Gunung Lawu
Via : @vianvz

Informasi Lengkap Pendakian Gunung Lawu

Diposting pada

Pendakian gunung lawu bisa dilakukan melalui 5 jalur pendakian diantaranya adalah 4 jalur legal dan 1 jalur masih belum diresmikan.

Sekilas Tentang Gunung Lawu

Gunung lawu merupakan salah satu gunung yang ada di pulau jawa tepatnya berada di perbatasan jawa timur dan jawa tengah dimana secara adminitratif disisi barat berada di Kabupaten Karanganyar , sisi timur dan utara berada di kawasan administrasi Kabupaten Magetan dan Kabupaten Ngawi sedangkan sisi selatan masuk Magetan, Wonogiri dan Karanganyar.

Gunung lawu sendiri memiliki ketinggian 3.265 Meter diatas permukaan laut (Mdpl). Gunung Lawu memiliki tiga puncak, Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah. Yang terakhir ini adalah puncak tertinggi. Untuk bisa menggapai puncak lawu ada beberapa jalur pendakian diatantaranya yaitu jalur pendakian via cemoro sewu, cemoro kandang, candi cetho dan Singo Langu.

Status gunung lawu saat ini adalah masuk daftar gunung api yang lagi isirahat, gunung lawu banyak peneliti mengemukakan bahwa terakhir meletus sekitar tahun 1885 pada bulan November tertanggal 28.

Di kawasan lawu banyak spot wisata yang bisa kamu pilih untuk merilekskan setelah melakukan pendakian gunung lawu, tempat wisata di kaki gunung lawu cukup banyak meluputi telaga sarangan, Grojogan sewu, Candi Cetho dan Srambang park.

Yang paling banyak menyimpan sejarah adalah keberadaan candi cetho, Selain itu juga ada candi sukuh yang tidak jauh dari Candi cetho. Di kaki gunung ini juga terletak komplek pemakaman kerabat Praja Mangkunagaran: Astana Girilayu dan Astana Mangadeg. Di dekat komplek ini terletak Astana Giribangun, mausoleum untuk keluarga presiden kedua Indonesia, Soeharto.

Transportasi Menuju Pendakian Gunung Lawu

transportasi ke gunung lawu
Via: @infomagetan.co

Bagi kamu yang ingin melakukan pendakian gunung lawu banyak moda transportasi yang bisa kamu pilih diantaranya dalah menggunakan pesawat terbang, kereta api dan bus bahkan kendaraan pribadi. Untuk yang memilih memakai jalur udara kamu bisa turun di Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo kemudian bisa lanjut menuju terminal tirtonadi dari sini kamu bisa naik bus menuju terminal tawangmangu dan dilanjut ojek menuju pos pendakian gunung lawu yaitu cemoro sewu atau cemoro kandang. Untuk kamu yang menggunakan kereta dari arah barat khususnya Jakarta bisa turun di jebres kemudian bisa menuju terminal kemudian lanjut ke TW dan ojek ke cemoro  kandang atau cemoro sewu. Untuk yang dari arah timur seperti surabaya mending naik bus atau kereta kalo naik pesawat sama aj nyusahin buang-buang waktu, untuk kereta bisa turun di st.magetan dilanjut dengan naik ojek online saja sampai cemoro sewu karena angkot kurang memadai di statiun magetan, nah untuk yang menggunakan bus biasanya kebanyakan bus turun di terminal maospati dari sini bisa langsung cus naik ojek online saja lagi karena angkot juga lama, kalo mau naik bus atau angkot juga boleh tapi butuh waktu cukup lama yang nunggunya, dengan rute sbb: Terminal Maospati – Terminal Magetan – Terminal Sarangan – Ojek ke Cemoro Sewu.

Jalur Pendakian Gunung Lawu 

jalur pendakian gunung lawu
Via: @xxbambang006xx

Dari penjalasan diatas sudah kita singgung sedikit perihal jalur pendakian gunung lawu, disini kami akan memberikan estimasi waktu pendakian gunung lawu dari berbagai jalur yang ada , berikut list estimasinya:

No Pos Gunung Lawu Waktu Mendaki
Pendakian Via Cemoro Sewu (0857292643795)
1 Cemoro Sewu – Pos 1 30 menit
2 Pos 1 – Pos 2 50 menit
3 Pos 2 – Pos 3 85  menit
4 Pos 3 – Pos 4 90 menit
5 Pos 4 – Pos 5 30 menit
6 Pos 5 – Puncak Hargo Dalem 15 menit
7 Hargo Dalem – Hargo Dumilah 30 menit
Pendakian Via Cemoro Kandang(085642072573)
8 Cemoro Kandang – Pos 1 70 menit
9 Pos 1 – Pos 2 80 menit
10 Pos 2- Pos 3 110 menit
11 Pos 3 – Pos 4 90menit
12 Pos 4 – Pos 5 40 menit
13 Pos 5 -Puncak Hargo Dalem 20 menit
14 Hargo Dalem – Hargo Dumilah 30 menit
Pendakian Via Candi Cetho (085224675158)
15 Cetho – Pos 1 60 menit
16 Pos 1 – Pos 2 60 menit
17 Pos 2- Pos 3 80 menit
18 Pos 3 – Pos 4 90 menit
19 Pos 4 – Pos 5 70 menit
20 Pos 5 -Puncak Hargo Dalem 90 menit
21 Hargo Dalem – Hargo Dumilah 30 menit
Pendakian Via Jogorogo (Ngawi)
22 Girimulyo – Pos 1 (ukirbayi) 90 menit
23 Pos 2 – Pos 3(Udal2) 120 menit
24 Pos 3 – Pos 4 (akasia) 80 menit
25 Pos 4 – Pos 5 (Pendem) 30 menit
26 Pos 5 – Jurang Mele 70 menit
27 Pos 5 -Puncak Hargo Dalem 40 menit
28 Hargo Dalem – Hargo Dumilah 30 menit
Pendakian Via Singo Langu (0822 3248 5979)
29 Bascame – Pos 1 (Kerun-Kerun) 60 menit
30 Pos 1 – Pos 2 (Banyu Urip) 60 menit
31 Pos 2- Pos 3 (Hutan Cemara) 90menit
32 Pos 3 – Pos 4 (Taman Edelwis) 105 menit
33 Pos 4 – Pos 5  (Paninggalan) 120menit
34 Pos 5 -Puncak Hargo Dumilah 45  menit
35 Hargo Dalem – Hargo Dalem 30 menit
Sumber: Jalur Lawu

Dari jalur yang ada sedikit gambaran perihal bascame -bascame atau jalur pendakian gunung lawu:

  • Cemoro Sewu
Cemoro Sewu
Via: @bismatok8

Cemoro sewu merupakan jalur pendakian gunung lawu yang masuk administrasi Kabupaten Magetan, berada di ketinggian -+ 1.600 Mdpl

  • Cemoro Kandang
via: @infomagetan.co

Cemoro kandang merupakan jalur pendakian gunung lawu yang masuk administrasi Kabupaten Karanganyar, berada di ketinggian -+ 1.600 Mdpl

  • Candi Cetho
via: @moch.mardian

Candi Cetho merupakan jalur pendakian gunung lawu yang masuk administrasi Kabupaten Karanganyar, berada di ketinggian -+ 1.496 Mdpl

  • Singo Langu
Via: @fernando.putra.s

Singo Langu merupakan jalur pendakian gunung lawu yang masuk administrasi Kabupaten Magetan, berada di ketinggian -+ 1.200 Mdpl

Tips Pendakian Gunung Lawu

  • Persiapkan fisik kamu sebelum melakukan pendakian gunung lawu dengan cara olahraga H- 7 sebelum keberangkatan seperti lari pagi, berenang dll
  • Kamu harus tahu dulu seperti apa gunung lawu itu, dari akses, jalur pendakian dll
  • Persiapkan Perbekalan mulai dari Gear, Logistik, Uang saku dll
  • Persiapkan kecakapan dalam dunia pendakian minimal tahu cara penanganan hipo dalam kelompoknya
  • Tidak lupa izin orang rumah dan berdo’a

Misteri Gunung Lawu

Misteri Gunung Lawu
Via: @arieva_vha

Berbicara perihal Gunung Lawu tidak jauh yang namanya Kerajaan Majapahit dimana menurut cerita pada masa lampau (1400M) yang di pimpin oleh Sang Raja Brawijaya V  dan merupakan Raja terkahir dari kerajaan Majapahit yang kumandang sampai ke negeri Cina.

Sang Raja mempunyai 2 istri yang berkembangsaan Tiongkok yaitu Ratu Jingga dan Ratu Petak Putri dari 2 istrinya tersebut sang Raja memiliki 2 keturunan yang pertama adalah Panggerang Katong dari istri Ratu Jinggan dan istri Petak Putri melahirkan Raden Patah. Seiring berjalannya waktu , hari, bulan, dan tahun anak-anak sang raja tumbuh dewasaa.

Raden Patah yang menginjak dewasa dan berhak memilih kepercayaan, Raden Patah memeluk Agama Islam dimana sang Ayah penganut Agama Budha masa itu, Sang Raja pun tidak begitu suka atas keputusan sang anak memeluk Agama Islam. Seiring berjalannya waktu kerajaan Majapahit semakin goyang dan meredup dari situ sang anak yaitu Raden Patah mendirikan sebuah kerajaan baru yaitu Kerajaan Demak.

Dari keputusan sang anak mendirikan sebuah kerajaan sendiri sang rajapun gundah gulana melihat sang anak mendirikan kerajaan sendiri yang beraliran Islami, dari sini sang Raja yaitu Brawijaya melakukan beberapa semedi sendirian dan suatu hari sang Raja memutuskan untuk semedi di suatu tempat yang sebelumnya mendapatkan firasat bahwasanya kerjaan Majapahit akan hancur dan pindah kejayaan  ke Kerajaan Demak yang di pegang anaknya.

Pada suatu hari berangkatlah sang raja ke suatu tempat yang sunyi yaitu puncak Gunung Lawu dalam perjalanan sang raja bertemu dengan kepada dusun yang masuk dalam wilayah kerajaan majapahit kepala dusun tersebut adalah Dipa Manggala dan Wangsa Manggal, karena sang abdi tidak tega melihat sang raja sendirian menuju tempat semedi merekapun menemani sang raja ke Puncak Gunung Lawu.

Perjalanan demi perjalanan mereka lalui dan akhirnya mereka sampai di Puncak Gunung Lawu yaitu Hargo Dalem ini adalah puncak tertinggi Gunung Lawu dan sang raja pun memberikan titah kepada 2 abdi setianya dengan ucapan ” Saatnya saya akan pergi dari muka bumi ini yang ramai dan sang raja memberikan gelar kepada 2 abdinya Dipa Manggala dijadikan penguasa Gunung Lawu dan Wangsa Manggala di jadikan Patih Dipa Manggala yang disebut dengan Kyai Jalak”

Dengan titah tersebut terucap sekejap Sang Raja Majapahit Prabu Brawijaya menghilang tanpa bekas dan sampai saat ini jadi misteri bagi kalangan warga sekitar.

Cerita misteri ini sangat kental antara Gunung Lawu dan Kerajaan Majapahit, Gunung Lawu juga terkenal dengan Gunung termistis di Indonesia.

Gunung Lawu memiliki ketinggian 3.265 Mdpl  dan memiliki 2 jalur pendakian resmi yaitu Cemoro Sewu dan Cemoro Kandang dimana Cemoro Sewu masuk Administrasi Kota Magetan dan Cemoro Kandang masuk Administrasi Kota Karanganyar.

Gunung Lawu yang memiliki warung tertinggi di Jawa bahkan Indonesia namanya warung”Mbok Yem” kamu tidak usah kwatir dengan logistik kamu saat mendaki Gunung Lawu kamu bisa membeli disini ”warung Mbok Yem”.

Fakta lain yang memperkuat bahwasannya Gunung Lawu sangat identik dengan cerita mistis dengan kerajaan Majapahit dengan adana dua peninggalan Candi yang terdapat di sisi barat Gunung Lawu yaitu Candi Cetho dan Candi Sukuh.

Fakta menarik lainya yaitu saat kamu mendaki gunung lawu dan berbuat baik kamu akan di temani oleh burung Jalak dan ini berkaitan dengan semedi sang Raja yang memberikan gelar kepada Wangsa Manggala (Kyai Jalak) .

Semua cerita diatas adalah cerita misteri yang sampai saat ini malam dalam tanda tanya mengenai kebenaranya akan tetapi dengan adanya petunjuk dan bukti ini juga bisa menjelaskanya.

Cerita misteri lain adanya pasar setan di Gunung Lawu seperti yang ada di Gunung Merapi ini menambahkan kisah mistis di Gunung Lawu, mitos lain menyebutkan bahwasanya bagi kamu yang ingin mendaki Gunung Lawu dilarang berjumlah ganjil serta memakai pakain Ijo.

Dari sekian banyak mitos yang ada di Gunung Lawu menjadikan Gunung Lawu yang paling anker di Jawa dan gunung yang paling tua karena peradabanya serta ceritanya didalamnya.

Destinasi Wisata Sekitar Gunung Lawu

Telaga Sarangan
Via: @arudewangga

Untuk kamu yang sudah lelah letih lesu capek saat selesai melakukan pendakian gunung lawu kamu bisa istirahat di beberapa destinasi wisata di kaki gunung lawu, banyak tempat wisata di kawasan lereng gunung lawu misalnya tempat wisata di Magetan, Tempat Wisata di Ngawi dan tempat wisata di Karanganyar.

Kita mulai dari kabupaten Magetan, apa saja wisata dikaki gunung lawu yang ada di Magetan, pertama adalah keberadaan wisata yang paling kece se karasidenan madiun yaitu telaga sarangan, dilanjut dengan Mbah Djoe Resort, Mojosemi Forest Park, Lawu Green Forest untuk kamu yang naik dari Ngawi kamu bisa mampir ke Srambang park dan kebun teh jamus dan bagi yang naik dari Cemoro Kandang atau cetho bisa mampir ke Grojogan Sewu, The Lawu Park atau Candi Cetho dan Sukuh dan Grojogan Jumog dll.

 

Kesimpulan:

Dari ulasan diatas bisa kamu pertimbangkan bagimana enaknya naik gunung lawu dengan memilih jalur mana, atau pendakian gunung lawu dirasa cukup berat bisa mengalihkan ke gunung lain untuk belajar menjalankan kaki di gunung yang tidak begitu tinggi baru plan ke gunung lawu. Selalu jaga kelestarian alam saat mendaki gunung ia sob. Salam dari Lereng Lawu